Event

Kurasi Musik Vol. 68 Kembali Digelar di Tebet, Hadirkan Tiga Warna Musik yang Berbeda

Avatar photo
31
×

Kurasi Musik Vol. 68 Kembali Digelar di Tebet, Hadirkan Tiga Warna Musik yang Berbeda

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID — Gelaran Kurasi Musik Vol. 68 kembali mempertemukan musisi, kurator, dan penikmat musik dalam satu ruang pertunjukan yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan.

Acara musik yang digelar setiap dua minggu ini kembali menghadirkan konsep kurasi yang tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara musisi dan pelaku industri musik.

Pada edisi ke-68 ini, tiga penampil hadir dengan karakter musik yang sangat berbeda. Perbedaan warna tersebut justru menjadi daya tarik utama sepanjang acara.

Mas Slamet Buka Acara dengan Jawa hingga Pop Punk

Penampilan pertama dibuka oleh Mas Slamet. Ia mengawali pertunjukan dengan lagu-lagu bernuansa Jawa yang menghadirkan suasana seperti pesta atau hajatan.

Namun, suasana tersebut kemudian berubah ketika Mas Slamet berbelok ke musik pop punk dengan sentuhan humor. Jokes, pantun, dan interaksi dengan penonton terus mengalir sehingga suasana acara langsung mencair sejak awal.

Gaya penampilannya yang ringan dan jenaka menjadi pembuka yang cukup efektif sebelum acara memasuki sesi berikutnya.

Jey Denise Tampilkan R&B dengan Looping Station

Setelah Mas Slamet, giliran Jey Denise tampil membawa pendekatan yang berbeda. Mengandalkan gitar akustik dan looping station, Jey menghadirkan interpretasi R&B dengan karakter personal.

Permainannya terdengar rapi dan terukur. Penggunaan looping station juga memberikan ruang bagi Jey untuk membangun komposisi secara langsung di atas panggung.

Penampilan tersebut mendapat perhatian dari para kurator malam itu, yakni Ully Dalimunthe, Edmond Kemur, dan Phanoz.

Apresiasi juga datang dari kurator tamu Yudha Romeo, yang turut memberikan pujian terhadap kesiapan Jey Denise bersama timnya.

One Month Notice Tutup Acara dengan Punk Rock Alternative

Sebagai penampil terakhir, One Month Notice tampil membawa energi yang jauh berbeda.

Menariknya, personel band ini berasal dari kalangan musisi yang juga berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). Namun, latar belakang tersebut justru menjadi bagian menarik dari identitas musik mereka.

Melalui pendekatan Punk Rock Alternative, One Month Notice menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan di lingkungan kerja. Lirik-liriknya terasa tajam dan menjadi kontras dengan status keseharian para personelnya.

Energi panggung yang lebih agresif membuat penampilan One Month Notice menjadi penutup yang paling riuh pada Kurasi Musik Vol. 68.

Musik, Fashion, Attitude, dan Entertain Jadi Bahan Diskusi

Selain pertunjukan musik, sesi ngobrol juga menjadi bagian penting dalam acara tersebut.

MC Dayat Madani melemparkan sebuah pertanyaan yang kemudian berkembang menjadi diskusi antara musisi dan para kurator.

“Musisi sekarang harus siap. Musik, fashion, attitude, entertain. Kita ini produk tontonan.”

Pernyataan tersebut kemudian memancing respons dari para penampil dan kurator. Perdebatan berlangsung cukup hidup, membahas bagaimana musisi saat ini tidak hanya dituntut mampu memainkan musik, tetapi juga harus mampu membangun penampilan, karakter, sikap, hingga kemampuan menghibur penonton.

Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan musik hari ini tidak hanya berbicara mengenai karya, tetapi juga bagaimana seorang musisi menghadirkan dirinya di hadapan publik.

Ruang Bertemu Musisi dan Penikmat Musik

Kurasi Musik Vol. 68 kembali menunjukkan bahwa panggung musik tidak harus selalu hadir dalam format pertunjukan besar. Ruang yang lebih intim justru dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan karya-karya baru sekaligus mempertemukan musisi dengan komunitas dan penikmat musik.

Dengan format pertunjukan, kurasi, dan diskusi yang berjalan bersamaan, Kurasi Musik terus menjadi ruang bagi musisi untuk memperdengarkan karya sekaligus mendapatkan respons secara langsung.

Setelah Vol. 68, perhatian kini mulai diarahkan ke Kurasi Musik Vol. 69 yang dijadwalkan hadir pada bulan depan. Sejumlah kejutan baru disebut akan disiapkan untuk edisi berikutnya.

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke alamgerilya@gmail.com