MUSIX.BIZ.ID — Putaran terbaru Kurasi Musik kembali pulang ke kandangnya di Jakarta. Seperti biasa, ritual musik independen ini digelar di Bowl Coffee Connections, Jl. Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Tepat pukul 20.00 WIB, lampu mulai menyala dan panggung langsung memanas oleh deretan penampil yang membawa warna berbeda.
TAVISHA Buka Malam dengan Nuansa Pop Folk dan Cerita Mistis
Band pembuka malam itu, TAVISHA, sukses membuka acara dengan empat lagu yang dimainkan apik dan penuh penghayatan. Grup beraliran pop folk ini langsung mencuri perhatian sejak awal penampilan.

Ada cerita unik yang ikut mewarnai set mereka. Salah satu lagu yang dibawakan memiliki nuansa agak horor. Menurut personel band, saat proses rekaman di studio mereka tiba-tiba mencium aroma melati. Sensasi tak biasa itu kemudian dituangkan ke dalam bagian tengah lagu. Saat bagian tersebut dimainkan di panggung, suasana seketika berubah—kurator dan penonton mengaku ikut merasakan merinding.
Ashley Hamel Tampil Intim dan Ekspresif
Penampil kedua, Ashley Hamel, solois asal Amerika Serikat, hadir dengan format sederhana: gitar akustik dan ukulele. Namun kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan. Penampilannya terasa intim, ekspresif, dan mampu mengikat perhatian audiens.
Salah satu lagu yang dibawakan menggunakan lirik berbahasa Indonesia dan langsung mendapat respons hangat karena melodinya catchy. Ashley menyebut lagu tersebut ditulis oleh sahabatnya untuk dirinya. Di tengah sesi, kurator pun melempar tantangan:
“Kapan bikin lagu Bahasa Indonesia versi lo sendiri?”
Tantangan itu disambut tawa dan tepuk tangan penonton.

Talkshow: Apa yang Harus Dilakukan Setelah Rilis Lagu?
Usai penampilan Ashley, panggung berganti menjadi forum diskusi lewat sesi talkshow bertajuk “Apa yang Harus Dilakuin After Rilis?”
Tiga narasumber hadir malam itu, yakni Nazril dari Mute Musik, Phanoz (drummer dan composer A’Avery), serta Ully Dalimunthe. Diskusi berjalan interaktif, ramai, dan penuh insight penting bagi para musisi independen.
Topik yang dibahas meliputi pekerjaan rumah musisi setelah lagu masuk platform streaming: strategi promosi, pembuatan konten, membangun jaringan, hingga menjaga kesehatan mental dalam perjalanan bermusik.

Syair Semesta Tutup Malam dengan Ledakan Grunge
Sebagai penutup acara, Syair Semesta naik panggung membawa energi grunge yang meledak-ledak. Tema protes sosial, lirik penuh amarah, serta distorsi gitar yang kasar menjadi paket lengkap untuk membakar ujung acara.
Penonton yang semula duduk santai langsung berubah liar. Kepala mulai mengangguk mengikuti irama, atmosfer memuncak, dan Vol. 60 resmi ditutup dengan kobaran grunge.
Wonosobo Jadi Tujuan Berikutnya
Kurasi Musik belum berhenti. Pekan depan, 26 April, Kurasi Musik Wonosobo Vol. 3 akan kembali digelar di Lee Coffee, Kota Wonosobo, Jawa Tengah.
Sampai jumpa di putaran selanjutnya: Kurasi Musik Jakarta Vol. 61.





