MUSIX.BIZ.ID – Di sebuah kota kecil bernama Tentena, beberapa pegiat musik indie berkumpul dan meramu sesuatu yang tak biasa: EXTACE, band pendatang baru dengan identitas kuat—mereka menyebut alirannya “Pshychedelic Electro”. Pada akhir 2024, mereka menancapkan bendera pertama lewat EP bertajuk MELANCHOLIA INFINITY, sebuah paket enam lagu yang terasa seperti peta perjalanan batin dan sosial yang rinci namun penuh tanda tanya.
Album ini bukan sekadar koleksi lagu; ia adalah respons musikal terhadap realita yang sering dilipat-rapatkan: ideologi berpikir yang retak, godaan hedonisme, dan ruang-ruang pergaulan yang kadang beraroma misteri. Di tangan EXTACE, tema-tema itu diurai bukan lewat retorika keras, melainkan melalui tekstur suara — lapisan synth yang melayang, bentukan groove blues yang berat, serta nuansa retro yang memberi ruang nostalgia. Hasilnya: sebuah warna baru yang terasa familiar sekaligus asing.
Menariknya, dalam penulisan lirik EXTACE tidak hanya mengambil dari imajinasi maya. Mereka menambatkan kata-kata pada kenyataan: pengalaman hidup, pengamatan sosial, dan sumber-sumber “tak maya” yang memberi kedalaman. Salah satu bukti keberanian eksplorasi mereka adalah lagu “Repertoar 130” — sebuah eksperimen bilingual yang menjalin bahasa daerah suku Pamona dengan bahasa Inggris, menghadirkan identitas lokal yang tetap merangkul dunia.
Secara musikal, perpaduan Blues — Retro — Electro yang dihadirkan EXTACE terasa organik. Ketiga warna itu bukan hanya ditempelkan bersama, melainkan dicampur: blues memberi sendi melankolis, retro menanam atmosfer waktu, dan electro menyuntikkan energi kontemporer. Sehingga mendengarkan MELANCHOLIA INFINITY terasa seperti memasuki studio rekaman yang juga adalah ruang refleksi — hangat, gelap, dan sedikit berputar-putar dalam pemikiran.
Untuk pendengar yang suka musik yang menantang rasa nyaman, EP ini pantas mendapat tempat di daftar putar. MELANCHOLIA INFINITY sudah bisa dinikmati di platform kesayangan Anda — siapkan telinga untuk perjalanan yang melankolis namun tak pernah membosankan.





