MUSIX.BIZ.ID – Program Kurasi Musik kembali digelar dengan format pertunjukan lintas kota bertajuk “Show bareng dari 2 kota: Jakarta Vol. 64 & Semarang Vol. 3” pada Minggu malam (14/6/2026) mulai pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menampilkan musisi independen dari Jakarta dan Semarang dengan beragam genre serta diskusi industri musik.
Jakarta: Bowl Coffee Connection
Pertunjukan di Jakarta berlangsung di Bowl Coffee Connection dengan menampilkan tiga penampil utama. LVNA, trio R&B, membuka acara dengan karakter musik pop R&B bernuansa ringan dan vokal yang lembut sehingga menciptakan suasana hangat sejak awal pertunjukan.
Penampil berikutnya, DanzQ, menghadirkan musik pop rock bernuansa 1990-an dengan dominasi distorsi gitar dan nuansa nostalgia yang kuat. Sementara itu, Stream Emotions menutup rangkaian penampilan di Jakarta dengan genre rock yang energik dan intens, memberikan penutup pertunjukan yang kuat dan penuh energi.


Di sela acara, digelar sesi talkshow dengan tema “Apa beda Management & Manager” yang dipandu oleh host Dayat Madani. Diskusi menghadirkan narasumber Ully Dalimunthe (music producer), Rori Perwira (artist management), Edmond Kemur (music producer), dan Phanoz (musisi). Diskusi membahas peran manajemen dalam industri musik serta dinamika hubungan antara musisi, manajer, dan kurator dalam ekosistem kreatif.
Semarang: The Boston Coffee & Bar
Di Semarang, pertunjukan digelar di The Boston Coffee & Bar dengan menampilkan lima musisi dari Semarang dan sekitarnya. Adibim Solis membuka acara dengan konsep penampilan teatrikal yang memadukan musik dan elemen pertunjukan panggung.
Penampil berikutnya, Daus Rose, tampil sebagai one man band dengan karakter vokal yang kuat dan format pertunjukan solo. The Harvest, duo musik, kemudian melanjutkan dengan lagu-lagu bernuansa pop yang mudah diterima penonton.


Baraya Musik dari Solo menghadirkan energi panggung yang dinamis dan interaktif, sementara Vin As dari Ambarawa menutup rangkaian pertunjukan dengan eksplorasi musik yang memadukan unsur tradisi Jawa dengan jazz pop.
Pada segmen Semarang, turut hadir kurator Safir Biangindas (musisi) dan Emtee Blackmore (Kurasi Musik Wonosobo) yang memberikan apresiasi terhadap keberagaman musikalitas yang ditampilkan para musisi.
Kurasi Musik edisi 14 Juni 2026 menegaskan perkembangan ekosistem musik independen di Indonesia yang tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga tumbuh aktif di berbagai daerah. Perbedaan karakter antara Jakarta dan Semarang menunjukkan keragaman ekspresi musik yang semakin luas, mulai dari R&B, pop rock, hingga eksplorasi musik berbasis tradisi.


Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertunjukan dan diskusi yang mempertemukan musisi, kurator, serta pelaku industri dalam satu ekosistem kreatif yang saling mendukung.





