NewsRelease

SPOLENK Rilis Album “Come On”: 17 Lagu, 71 Menit, dan Kejujuran Tanpa Kompromi

Avatar photo
141
×

SPOLENK Rilis Album “Come On”: 17 Lagu, 71 Menit, dan Kejujuran Tanpa Kompromi

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Unit heavy metal veteran asal Bekasi, SPOLENK, kembali menegaskan eksistensinya di skena musik independen Tanah Air dengan merilis album studio keempat bertajuk “Come On” pada 1 Mei 2026. Rilisan ini menjadi bukti konsistensi mereka sejak pertama kali terbentuk pada 1993, sekaligus penanda bahwa semangat berkarya mereka tak lekang oleh waktu.

Di tengah tren industri musik yang kini didominasi format single dan EP, SPOLENK justru tampil kontras. Mereka menghadirkan total 17 lagu dalam satu album dengan durasi mencapai 71 menit—sebuah langkah berani yang menegaskan komitmen mereka terhadap format album penuh sebagai medium ekspresi yang utuh. Menariknya, terdapat pula dua lagu dari era 1995 yang di-remix ulang, memberikan sentuhan segar sekaligus penghormatan terhadap perjalanan panjang band ini.

Saat ini, SPOLENK diperkuat oleh formasi Bona (vokal), Ami (gitar), Abur (bass), dan Daniel (drum). Setelah sebelumnya dikenal dengan pendekatan hard rock dan eksplorasi unik ke ranah swamp blues, kali ini mereka menyajikan warna heavy metal yang lebih matang dengan balutan produksi modern. Meski demikian, benang merah old school tetap terasa kuat, terinspirasi dari nama-nama besar seperti Deep Purple, Black Sabbath, David Bowie, hingga nuansa eksperimental ala Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band.

Secara tematik, “Come On” menjadi wadah pelampiasan emosi para personel. Lirik-liriknya menggali sisi gelap kehidupan—mulai dari kegelapan batin, frustrasi, kemarahan, hingga refleksi tentang kematian. Semua dituangkan secara spontan tanpa pretensi untuk terdengar sempurna.

“Hampir semua lagu dibuat secara spontanitas. Apa yang kita rasa dan ada di kepala langsung dikeluarkan tanpa embel-embel harus bagus atau perfect. Ini adalah bentuk kejujuran kami,” ungkap perwakilan SPOLENK.

Untuk memperkaya spektrum musikal, SPOLENK juga melibatkan kolaborator internasional, termasuk seorang rapper asal Belanda yang mengisi vokal pada lagu “Modernn/Slave” dan “Fuck It All”. Tak hanya itu, elemen brass section (alat musik tiup) turut hadir dalam lagu “Spinning Wheel”, serta sentuhan harmonika yang tersebar di beberapa track lainnya, menambah dimensi unik dalam keseluruhan album.

Didirikan di Bekasi pada 1993, SPOLENK menjadi salah satu unit musik keras yang mampu bertahan melintasi berbagai era perubahan industri. Dengan semangat spontanitas yang terus terjaga, “Come On” menjadi manifestasi bahwa bagi mereka, musik bukan soal mengikuti tren, melainkan tentang kejujuran dalam mengekspresikan apa yang dirasakan saat ini.

“Buat kami, album ini mungkin masih jauh dari kata keren. Tapi itulah SPOLENK—apa adanya,” tutup mereka.

Kontak Media:
Instagram: @spolenkofficial
YouTube: spolenkofficial