News

Ossa Sungkar “Turun Gunung”, Bentuk Band Baru ACROPOLIS — Perpaduan Rock 90-an dan Energi Gen Z!

Avatar photo
185
×

Ossa Sungkar “Turun Gunung”, Bentuk Band Baru ACROPOLIS — Perpaduan Rock 90-an dan Energi Gen Z!

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID — Setelah lama vakum dari hiruk pikuk industri musik, drummer legendaris Ossa Sungkar akhirnya “turun gunung”! Musisi yang dikenal lewat kiprahnya bersama band VOODOO di era 1990-an ini resmi mendirikan band baru bernama ACROPOLIS, membawa semangat modern rock dengan sentuhan artistik khasnya.

Fenomena berkembangnya musik di kalangan generasi Gen Z menjadi pemicu kembalinya Ossa ke dunia yang membesarkan namanya. “Saya melihat anak-anak muda sekarang punya energi luar biasa dalam bermusik. Saya ingin ikut kembali berkontribusi dengan warna rock yang tetap segar dan relevan,” ujar Ossa.

Dari “Salam Untuk Dia” ke Era Post Modern Rock
Nama Ossa Sungkar tentu tak asing di telinga pencinta musik rock Indonesia. Bersama VOODOO, Ossa sukses besar lewat lagu “Salam Untuk Dia” (album W.O.B., 1995) yang legendaris hingga kini. Lagu tersebut menembus penjualan lebih dari 1 juta kopi dan tetap digemari lintas generasi — terbukti dengan banyaknya musisi muda yang meng-cover-nya di berbagai platform digital.

Tak hanya dikenal sebagai drummer, Ossa juga aktif di berbagai proyek musik seperti Dplant, Art Rockers, dan Heaven On Earth Jazz Band, membuktikan fleksibilitas musikalnya. Kini, ia kembali dengan visi baru: menghadirkan musik modern rock yang tetap berakar kuat pada jiwa rock klasik, namun dikemas dengan nilai estetika dan komersial yang tinggi.

Lahirnya ACROPOLIS
Titik awal ACROPOLIS bermula dari tawaran Yudhi Dado — produser sekaligus sound engineer di Rookum Music Production — yang mengajak Ossa membuat proyek solo. Namun, alih-alih tampil sendiri, Ossa justru memilih membentuk band baru berisi para musisi berpengalaman.

  • Pada 17 Juli 2025, secara resmi berdirilah ACROPOLIS, nama yang terinspirasi dari kota megah di Yunani kuno — simbol kejayaan budaya dan seni. Bersama Ossa (drummer), bergabunglah para musisi rock kenamaan:
  • Atenk / Rachmat Sadikin – bassist (eks VOODOO, Dplant, Opera, Wong Alas)
  • Utox Londalo – gitaris (Ahmad Albar Band, Dplant, Laskar, dan session player Godbless)
  • Zarev Elarion – vokalis muda bertalenta, yang juga keponakan Ophie Danzo, vokalis rock papan atas Indonesia

Zarev menjadi simbol pertemuan dua generasi musik: para legenda rock 90-an dan musisi muda Gen Z. “Kami ingin menjembatani semangat lama dan energi baru. Rock itu abadi, hanya cara penyajiannya yang terus berevolusi,” kata Ossa.

Kreativitas Tanpa Batas
Ketiga senior rock ini — Ossa, Atenk, dan Utox — dikenal sebagai komposer dan arranger berpengalaman. Mereka kini tengah menggarap sejumlah komposisi lagu bersama Zarev. Menariknya, seluruh proses penciptaan musik, lirik, dan aransemen dikerjakan langsung oleh personel tanpa melibatkan music director.

“ACROPOLIS adalah rumah bagi kreativitas murni. Kami semua punya visi dan kemampuan yang sejalan,” ungkap Utox yang dikenal memiliki ide-ide musikal progresif.

Untuk urusan visual, Atenk dipercaya merancang logo band dengan sentuhan seni rupa yang khas.

Menuju 2026: Single Perdana Siap Rilis
ACROPOLIS menargetkan perilisan single debut mereka pada tahun 2026, yang akan menjadi langkah awal menuju album penuh. Ossa berharap karya mereka dapat diterima tidak hanya oleh penggemar lama, tapi juga oleh penikmat musik muda masa kini.

“Semoga algoritma media sosial berpihak pada kami,” ujarnya sambil tertawa. “Yang penting, kami ingin membawa semangat rock Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi. In Sya Allah, Aamiin.”

ACROPOLIS — Ketika jiwa rock 90-an bertemu gairah musik Gen Z. Sebuah babak baru dalam perjalanan musik Indonesia.