News

Kurasi Musik Indonesia Vol. 63 Hadirkan Musisi Lintas Genre dari Jakarta dan Karawang

Avatar photo
3
×

Kurasi Musik Indonesia Vol. 63 Hadirkan Musisi Lintas Genre dari Jakarta dan Karawang

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID – Kurasi Musik Indonesia kembali digelar dalam format reguler melalui edisi ke-63 yang berlangsung di Bowl Coffee Connection, Minggu (31/5/2026) malam. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan enam penampil dari berbagai genre musik dan kota berbeda, yakni Jakarta dan Karawang.

Malam itu menjadi ruang pertemuan bagi musisi muda maupun senior untuk menampilkan karya orisinal sekaligus menerima masukan langsung dari para kurator dan pelaku industri musik.

Penampil pertama, Kill, seorang solois kelahiran 2005, membuka acara dengan tiga lagu yang memadukan unsur hip-hop, pop, dan R&B yang diiringi format band. Penampilannya dinilai energik dan memiliki karakter vokal yang menjanjikan. Namun, kurator menyoroti perlunya peningkatan keseimbangan antara teknik bernyanyi dan rap agar penampilan live tetap stabil.

Selanjutnya, Azamm6 menghadirkan nuansa rock era 1980-an yang kental. Pengalaman bermusik yang panjang tercermin dari kematangan vokalnya di atas panggung. Meski demikian, kurator memberikan catatan terkait pemilihan lagu cover “Little Wing” milik Jimi Hendrix yang dianggap kurang diperlukan mengingat kekuatan materi orisinal yang telah dimiliki.

Penampilan ketiga datang dari Ranger, sebuah kwartet band yang membawakan tiga lagu dengan aransemen segar dan menarik. Meski mendapat apresiasi atas kreativitas musikalnya, kurator menilai aspek frase vokal dan stamina panggung masih perlu ditingkatkan. Vokalis Ranger dinilai atraktif dalam membangun interaksi dengan penonton, namun performa fisik yang lebih prima dinilai akan menunjang kualitas penampilan secara keseluruhan.

Suasana kemudian berubah drastis saat band asal Karawang, Noend, mengambil alih panggung. Mengusung hard rock dan metal, mereka berhasil meningkatkan intensitas acara melalui tiga lagu penuh energi. Respons penonton pun sangat antusias, menjadikan penampilan mereka salah satu momen paling berkesan malam itu.

Di tengah acara, digelar sesi diskusi bertajuk “Mimpi dan Target Sebagai Musisi” yang dipandu oleh Dayat Madani. Diskusi tersebut menghadirkan pandangan dari para penampil serta sejumlah kurator dan pelaku industri musik, di antaranya Edo dari Urban News, Ully Dalimunthe, Phanoz D’Avery, dan Nazril dari Mute Musik. Berbagai pengalaman dan perspektif mengenai perjalanan bermusik dibahas secara terbuka dan konstruktif.

Sebagai penampil penutup, Wayang tampil dengan konsep nostalgia yang dikemas lebih relevan dengan perkembangan musik saat ini. Mereka membuka penampilan melalui lagu “Dongeng Sebelum Tidur” versi 1997 yang diaransemen ulang dengan sentuhan lebih modern. Komunikasi yang hangat dari sang vokalis berhasil membangun kedekatan dengan penonton. Tiga lagu yang dibawakan mendapat respons positif hingga akhirnya mereka kembali ke panggung untuk memberikan satu lagu tambahan atas permintaan penonton.

Kurasi Musik Indonesia Vol. 63 kembali menegaskan perannya sebagai ruang apresiasi sekaligus evaluasi bagi musisi independen. Melalui kritik yang jujur dan membangun, acara ini menjadi wadah penting bagi para pelaku musik untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan karakter musikal masing-masing.