MUSIX.BIZ.ID – Di antara deru distorsi gitar dan dentuman drum yang menggema dari studio rekaman, lahirlah sebuah lagu yang tidak hanya bercerita, tapi juga mengajak pendengarnya untuk merenung. Lagu itu berjudul “Aku Pulang”, karya terbaru dari Mahir & The ALLIGATORS, band blues-rock yang sudah lama dikenal dengan lirik-lirik reflektif dan permainan instrumen yang tajam.
Kembali ke Rumah, Kembali ke Hati
Lagu “Aku Pulang” ditulis oleh Mahir Mayanto (Mahir Blues) — gitaris, vokalis, sekaligus otak kreatif di balik Mahir & The ALLIGATORS — bersama Yehezkiel Hutagalung (Yezki), sang vokalis. Persahabatan mereka berdua bukan hal baru. Keduanya sudah akrab sejak masa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, dan chemistry itu kini terasa matang dalam karya mereka.
“Aku Pulang” bukan sekadar lagu blues biasa. Ia adalah kisah tentang perjalanan batin manusia — tentang mereka yang tersesat, menyesal, dan akhirnya menemukan jalan pulang. Inspirasi utamanya datang dari kisah Anak yang Hilang, sebuah perumpamaan klasik tentang kasih seorang ayah terhadap anaknya yang menyesal dan kembali ke rumah.
Namun, Mahir membuka ruang tafsir yang luas. “Lagu ini bisa juga dimaknai dalam konteks kehidupan nyata — seperti hubungan suami istri yang retak, lalu disembuhkan kembali lewat penyesalan dan pengampunan,” ujar Mahir.
Dengan nuansa gitar blues yang sendu dan vokal Yezki yang penuh emosi, “Aku Pulang” terdengar seperti surat cinta sekaligus doa. “Kami ingin lagu ini jadi semacam pengingat bahwa setiap orang berhak untuk pulang, berhak untuk dimaafkan,” tambah Yezki.
Proses yang Panjang, Hasil yang Jujur
Lagu ini direkam di beberapa studio berbeda: M Studio, Mako Brimob Studio, Mamokiak Studio, RJ Studio, dan Maukary Studio.
Proses rekamannya melibatkan musisi-musisi hebat seperti Gideon Maukary (bass), Steve Michael (drum), Robert J (piano & hammond), dan tentu saja Mahir Blues yang bertanggung jawab sebagai produser, komposer, sekaligus arranger.
“Setiap take terasa seperti perjalanan spiritual,” ungkap Mahir. “Kami ingin semua instrumen berbicara — bukan hanya mengiringi vokal, tapi juga menyampaikan rasa pulang itu sendiri.”

Kuda Besi 2025: Kebangkitan Sang Penunggang dari Alam Baka
Selain “Aku Pulang”, mini album ini juga menyajikan versi terbaru dari lagu legendaris “Kuda Besi”, kini hadir dengan tajuk “Kuda Besi 2025.”
Dirilis pertama kali pada tahun 2012, lagu ini kini mendapat sentuhan baru: gitar yang lebih tajam, harmonika blues yang tegas, dan nuansa Southern Rock yang kental.
Ceritanya masih sama — tentang seorang biker dari alam baka yang turun ke bumi pada malam hari untuk menumpas kejahatan dan ketidakadilan dengan caranya sendiri.
Rekaman dilakukan di Rhythm Studio, Mekkel Studio, dan Mamokiak Studio, dengan Yezki (vokal), Saddam Wardany (bass), Yossie Mirada (drum), Genta Pratama (harmonika), dan Mahir Blues sebagai motor utama produksi.
Basi (Anti Hoax): Ketika Musik Menjadi Bentuk Perlawanan
Mahir & The ALLIGATORS tidak hanya bicara soal cinta dan penyesalan. Mereka juga lantang menyuarakan keresahan sosial lewat lagu “Basi (Anti Hoax)” — lagu yang pertama kali dirilis pada masa Pemilu 2019 dan kini dihadirkan kembali dengan versi mastering terbaru.
Lagu ini adalah tamparan bagi para penyebar hoaks dan pelaku terorisme yang memecah belah bangsa.
Menariknya, lagu ini juga menandai kolaborasi unik antara musisi dan aparat negara: Rini Asmara (drummer wanita pemecah rekor MURI bermain 7,5 jam nonstop), Edo Widiz (gitaris VOODOO), serta dua gitaris dari TNI dan POLRI, Bripka Nuryadin (Brimob) dan Serda Joko Waluyo (KOSTRAD).
“Musik adalah jembatan. Kami ingin menunjukkan bahwa melawan kebohongan dan kekerasan itu bisa juga lewat nada,” kata Mahir dengan tegas.
Kerja Kolektif, Jiwa Komunal
Proses produksi mini album “Aku Pulang” menjadi bukti bahwa karya besar tidak lahir sendirian. Mahir & The ALLIGATORS dibantu oleh banyak tangan kreatif: Away Ciddik (Hage Records), Uda Adi (Mamokiak Studio), Wahyu Aringgi (M Studio), Josh Heroe (JH Proud Productions), dan Edo Widiz (Widiztortion Studio).
Mixing dan mastering dikerjakan oleh Angga Blecemot, sementara visual dan video klip dipercantik oleh Cak Bedur Pandan Nanas, Nur Komarudin, dan Airlangga “Powqzy” Virgianto.
Tak lupa, Iptu Dwi dari Mako Korps Brimob turut meminjamkan fasilitas studio, dan Bertha Mayanto tampil sebagai model video klip “Aku Pulang.”
Sebuah Ajakan untuk Pulang
Kini, mini album “Aku Pulang” sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Joox, dan Deezer.
Lewat album ini, Mahir & The ALLIGATORS ingin mengingatkan kita bahwa dalam hidup, seberapa jauh pun seseorang tersesat, akan selalu ada tempat untuk pulang.
Entah itu kepada Tuhan, kepada keluarga, kepada cinta — atau mungkin, kepada diri sendiri.
Mahir & The ALLIGATORS kembali bukan sekadar membawa musik, tapi juga pesan yang dalam: Bahwa blues bukan hanya soal kesedihan — tapi tentang perjalanan manusia untuk menemukan cahaya setelah kegelapan.
Kontak & Booking:
Mahir Blues — 0818 890 965
mahir_alligator@yahoo.co.id





