ReleaseUncategorized

LAVIDA Rilis “Bosen Sendiri”, Tutup Perjalanan Mini Album MAIN API Setelah Tujuh Tahun

Avatar photo
177
×

LAVIDA Rilis “Bosen Sendiri”, Tutup Perjalanan Mini Album MAIN API Setelah Tujuh Tahun

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID, JAKARTA — Band alternative rock asal Jakarta, LAVIDA, resmi menutup rangkaian perjalanan mini album MAIN API melalui lagu terbaru mereka, “Bosen Sendiri”, yang dirilis pada 14 September 2026.

“Bosen Sendiri” menjadi bagian penting dalam perjalanan LAVIDA karena sekaligus menandai berakhirnya satu fase perjalanan musik mereka setelah tujuh tahun berkarya secara independen.

Terbentuk pada 2019, LAVIDA melewati berbagai proses kreatif, mulai dari menulis lagu, tampil di berbagai panggung, mengalami perubahan personel, hingga mencari karakter musik yang paling sesuai dengan identitas mereka.

Perjalanan tersebut kemudian dirangkum dalam mini album MAIN API, yang berisi enam lagu dari berbagai periode perjalanan LAVIDA.

LAVIDA Tutup MAIN API Lewat “Bosen Sendiri”

Mini album MAIN API terdiri dari enam lagu, yakni “Bosen Sendiri”, “Bukan Aku”, “Gadis Cantik”, “Main Api”, “Memeluk Hujan”, dan “Tak Pernah Sendiri”.

Masing-masing lagu memiliki cerita dan periode penciptaan yang berbeda. Karena itu, MAIN API tidak dirancang sebagai proyek yang seluruh materinya dibuat dalam satu waktu.

Bagi LAVIDA, kumpulan lagu tersebut justru menjadi dokumentasi dari proses perjalanan mereka selama beberapa tahun.

“Bosen Sendiri” kemudian dipilih sebagai lagu penutup rangkaian tersebut. Lagu yang ditulis oleh Ryan Tasman itu menjadi semacam halaman terakhir dari satu fase perjalanan LAVIDA.

Meski demikian, berakhirnya MAIN API bukan berarti perjalanan band tersebut selesai.

Setelah tujuh tahun, LAVIDA justru memiliki pengalaman yang lebih panjang untuk dibawa ke proses kreatif berikutnya.

Perjalanan Tujuh Tahun Band Alternative Rock Jakarta

LAVIDA terbentuk pada Juli 2019 dan berawal dari sebuah home band di kawasan Kemayoran, Jakarta.

Sejak awal, LAVIDA membangun perjalanan musiknya secara independen. Proses tersebut mencakup penulisan lagu, produksi musik, penampilan di berbagai panggung, hingga membangun identitas band.

Dalam perjalanannya, LAVIDA juga menghadapi berbagai perubahan formasi dan proses kreatif yang tidak selalu singkat.

Namun, pengalaman tersebut turut membentuk karakter musik mereka sebagai band alternative rock yang tetap mempertahankan energi rock, sekaligus memberikan ruang bagi melodi dan cerita personal.

Lagu-lagu LAVIDA banyak mengambil inspirasi dari kehidupan, cinta, kebebasan, hubungan, serta pengalaman sehari-hari.

“Bukan Aku” Pernah Diputar di Gen FM

Salah satu momen yang cukup penting bagi LAVIDA terjadi ketika lagu “Bukan Aku” mendapatkan kesempatan untuk diputar di Gen FM.

Karya tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memperluas jangkauan musik LAVIDA di luar lingkaran independen mereka.

Pada 2023, LAVIDA juga menjadi salah satu finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) sebagai perwakilan Jakarta.

Selain mendapatkan ruang di dalam negeri, karya LAVIDA juga mendapat respons dari kreator musik di sejumlah negara melalui video reaction, termasuk dari Kanada dan Korea Selatan.

Bagi LAVIDA, respons tersebut menunjukkan bahwa karya yang lahir dari pengalaman personal dan lingkungan kreatif mereka di Jakarta dapat menemukan pendengar di berbagai tempat.

Enam Lagu dalam Mini Album MAIN API

Berikut daftar lagu yang terdapat dalam mini album MAIN API:

  1. Bosen Sendiri — Ryan Tasman
  2. Bukan Aku — Sholihin Zeno
  3. Gadis Cantik — Sholihin Zeno
  4. Main Api — Sholihin Zeno
  5. Memeluk Hujan — Sholihin Zeno
  6. Tak Pernah Sendiri — Sholihin Zeno

Keenam lagu tersebut merepresentasikan berbagai sisi LAVIDA, mulai dari energi rock hingga cerita yang berangkat dari pengalaman personal para personelnya.

Bagi band ini, proses menulis lagu juga menjadi cara untuk menyimpan potongan-potongan perjalanan yang suatu saat dapat kembali didengarkan.

LAVIDA Belum Berhenti Berkarya

Dirilisnya “Bosen Sendiri” menjadi penutup bagi rangkaian MAIN API, tetapi bukan akhir perjalanan LAVIDA.

Band yang kini diperkuat Sholihin Zeno (vokal), Ryan Tasman (gitar), Brocky Heri (gitar), dan Fire-man (bass) tersebut masih membuka ruang untuk eksplorasi musik berikutnya.

Setelah melewati tujuh tahun perjalanan, LAVIDA memilih untuk tidak terburu-buru menentukan arah selanjutnya.

Mereka akan kembali menulis lagu, bermain, bereksperimen, dan melanjutkan perjalanan musik dengan pengalaman yang telah dikumpulkan sejak 2019.

Dengan demikian, “Bosen Sendiri” bukan hanya menjadi lagu penutup MAIN API, tetapi juga penanda pergantian bab dalam perjalanan LAVIDA sebagai band alternative rock asal Jakarta.

Tentang LAVIDA

LAVIDA adalah band alternative rock asal Jakarta yang berdiri sejak 2019. Musik mereka memadukan energi rock, melodi, dan cerita personal dengan tema kehidupan, cinta, kebebasan, serta dinamika hubungan.

Personel LAVIDA:

  • Sholihin Zeno — Vokal
  • Ryan Tasman — Gitar
  • Brocky Heri — Gitar
  • Fire-man — Bass

Dengarkan LAVIDA:

Official Website LAVIDA

LAVIDA di Spotify

LAVIDA di YouTube

LAVIDA di Instagram

☕
Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
♥
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke alamgerilya@gmail.com