Uncategorized

Kurasi Musik Vol. 59: Malam Kembali yang Hangat, Penuh Cerita dan Suara Baru

Avatar photo
172
×

Kurasi Musik Vol. 59: Malam Kembali yang Hangat, Penuh Cerita dan Suara Baru

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID — Setelah jeda panjang Ramadan, gelaran rutin Kurasi Musik akhirnya kembali menyapa penikmat musik lokal pada Minggu, 5 April 2026. Bertempat di Bowl Coffee Connection, Tebet, edisi ke-59 ini terasa seperti reuni kecil yang hangat—menghadirkan talenta-talenta segar dari kolektif Upline dalam suasana intim yang khas.

Empat penampil mengisi panggung malam itu: tiga solois—Aip DPO, Kisi, dan Julyandra—serta satu band, Juke. Masing-masing membawa warna yang berbeda, namun tetap menyatu dalam benang merah: kejujuran dalam berkarya.

Pembuka malam, Julyandra, tampil sederhana dengan gitar akustik. Ia membawakan empat lagu bernuansa kontemplatif, dengan lirik yang terasa personal namun tetap relatable. Atmosfer langsung terbangun sejak petikan pertama—hening, fokus, dan penuh perhatian.

Energi kemudian bergeser saat Kisi naik panggung. Sebagai satu-satunya penampil perempuan malam itu, ia tampil percaya diri dengan empat lagu yang membangkitkan nuansa nostalgia. Sentuhan musikalnya mengingatkan pada era 90-an ala MTV—ringan, catchy, dan mengundang senyum para penonton yang larut dalam memori.

Seperti tradisi Kurasi Musik, pertunjukan diselingi sesi talkshow yang selalu relevan bagi pelaku kreatif. Tema malam itu, “Seberapa Pentingnya Mengarsip File Karya”, memantik diskusi hangat antara musisi, MC Safir, serta para kurator: Ully Dalimunthe, Wawan Taroek, dan Arden Ticket. Obrolan mengalir cair, membahas pentingnya dokumentasi karya di era digital—dari pengalaman personal hingga praktik terbaik yang sering terlewat.

Memasuki paruh akhir acara, Aip DPO membawa warna berbeda lewat lagu-lagu baladanya yang “nakal”. Liriknya cerdas, sedikit usil, dan penuh kejutan—mengundang reaksi spontan penonton, dari tawa kecil hingga senyum-senyum penuh makna.

Sebagai penutup, Juke tampil sebagai satu-satunya band malam itu. Mereka merapikan keseluruhan suasana dengan aransemen pop yang solid dan matang. Penampilan mereka menjadi penutup yang pas—tidak berlebihan, namun meninggalkan kesan rapi dan memuaskan.

Kurasi Musik Vol. 59 bukan sekadar ajang tampil, tetapi ruang bertemu, berbagi, dan merayakan proses kreatif. Kembalinya acara ini setelah Ramadan terasa seperti napas baru—mengingatkan bahwa skena musik lokal terus hidup dan berkembang.

Sampai jumpa di edisi berikutnya:
Kurasi Musik Vol. 60 akan hadir pada 19 April di Jakarta, 12 April di Burjo Edenia, Semarang Barat, dan 26 April di Lee Coffee, Wonosobo.