MUSIX.BIZ.ID — Tiga dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah band untuk terus bertahan di tengah perubahan lanskap musik. Namun, bagi Radiotron, perjalanan sejak 1996 justru menjadi ruang untuk terus bereksplorasi.
Band rock asal Medan tersebut kembali menunjukkan eksistensinya melalui single terbaru bertajuk “Nyanyian Bertani”. Lagu ini menawarkan pendekatan musikal yang berbeda dengan mempertemukan karakter rockabilly dan sentuhan musik etnik Karo.
Perpaduan tersebut membuat “Nyanyian Bertani” tetap membawa energi rock yang menjadi bagian dari identitas Radiotron, sekaligus menghadirkan warna lokal yang kuat. Tema yang diangkat pun berangkat dari kehidupan masyarakat yang lekat dengan dunia pertanian.
Radiotron memilih untuk tidak menyampaikan tema tersebut dengan pendekatan musikal yang konvensional. Unsur-unsur musik tradisional dimasukkan ke dalam aransemen rock sehingga menghasilkan karakter yang menjadi bagian penting dari eksplorasi terbaru mereka.
Dalam proses kreatifnya, “Nyanyian Bertani” juga melibatkan kolaborasi dengan insan akademisi musik. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya Radiotron mengeksplorasi unsur musikal sekaligus memperkuat nuansa etnik Karo yang dibawa dalam lagu.
Bagi Radiotron, single ini bukan sekadar rilisan baru, tetapi juga penanda bahwa usia tiga dekade tidak membuat mereka berhenti mencari kemungkinan baru dalam bermusik.
“Nyanyian Bertani” dirilis setelah Radiotron menggelar Radiotron Anniversary 30th di Megapark Medan pada 13 Juni 2026 lalu. Konser tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan mereka memasuki tiga dekade berkarya.

Perayaan 30 tahun itu sekaligus menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang sebuah band tidak harus berhenti pada nostalgia. Sebaliknya, Radiotron memilih menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan untuk kembali menciptakan karya.
“Justru setelah 30 tahun, kami ingin terus berkarya dan mencoba sesuatu yang baru.”
Saat ini Radiotron diperkuat oleh Willy Erfan (gitar), Keda Panjaitan (drum), Rama Sembiring (vokal), dan Fahmi Nasution (bass).
Melalui “Nyanyian Bertani”, Radiotron mencoba mempertemukan dua dunia yang memiliki karakter berbeda: energi musik rock dan kekayaan budaya lokal Sumatera Utara.
Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan baru Radiotron setelah tiga dekade berdiri. Musik tetap menjadi fondasi, sementara identitas lokal menjadi salah satu warna yang mereka bawa ke dalam karya terbaru.
Single “Nyanyian Bertani” kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming serta kanal YouTube Radiotron.
Tentang Radiotron
Radiotron merupakan band rock asal Medan yang berdiri pada 1996. Memasuki usia 30 tahun, Radiotron tetap aktif berkarya dan tampil di berbagai panggung musik.
Selama perjalanan tersebut, mereka terus mengembangkan karya-karya baru sembari mempertahankan karakter rock yang menjadi identitas musikal mereka.
Radiotron — Established 1996.





