MUSIX.BIZ.ID – Morrissey mengejutkan publik setelah mengumumkan niatnya menjual seluruh kepentingan bisnis yang ia miliki di The Smiths. Lewat pernyataan berjudul “A Soul for Sale” di situs resmi, ia menyebut aset yang ditawarkan meliputi hak atas nama The Smiths, artwork, merchandising, semua lagu, rekaman, hingga hak sinkronisasi dan penerbitan.
Dalam penjelasannya, Morrissey mengaku sudah “burnt out” dengan segala hubungan bisnis maupun pribadi bersama Johnny Marr, Mike Joyce, dan mendiang Andy Rourke. Ia menyebut langkah ini sebagai cara melepaskan diri dari “asosiasi yang jahat” serta demi menjaga kesehatan dan kedamaian pribadinya.
Meski begitu, banyak pihak meragukan kejelasan klaim Morrissey. Sejumlah hak dianggap tak sepenuhnya berada di tangannya, mengingat Marr dan label masih punya bagian kepemilikan. Bahkan, kontak email untuk calon pembeli sempat bermasalah, menambah kebingungan soal keseriusan transaksi.
Jika benar terjadi, penjualan ini bisa jadi salah satu peristiwa besar dalam industri musik, karena akan menentukan siapa yang berhak mengelola warisan The Smiths di masa depan. Namun untuk saat ini, pengumuman Morrissey masih meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Bagi penggemar, kabar ini terasa ironis. The Smiths selama ini dikenal sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik Inggris, dan warisan mereka dianggap suci. Langkah Morrissey seakan menunjukkan bahwa bahkan ikon sekalipun tak bisa lepas dari tarik-menarik kepentingan bisnis.
Di sisi lain, keputusan ini membuka peluang bagi pihak luar untuk masuk mengelola katalog The Smiths. Jika jatuh ke tangan yang tepat, warisan band ini bisa makin berkembang lewat film, iklan, atau rilisan ulang. Namun, jika sebaliknya, bisa jadi citra The Smiths justru makin terpecah.





