MUSIX.BIZ.ID – Dari jalanan Sukabumi, sebuah suara lama kembali menggema. Setelah sempat terdiam beberapa tahun, Behind, band hardcore yang lahir dari skena lokal pada tahun 2014, kembali dengan semangat baru dan amarah yang sama besarnya seperti saat pertama kali mereka terbentuk.
Awalnya, Behind adalah kumpulan anak muda yang ingin berteriak lewat musik — keras, jujur, dan tanpa kompromi. Namun perjalanan waktu sempat meredam gaung itu. Vakum sejak 2016 karena kesibukan dan kehidupan yang berjalan ke arah masing-masing, band ini seperti tertelan diam. Tapi tidak lama. Api yang sempat padam itu kini menyala lagi.
Akhir 2023 menjadi titik balik. Perubahan formasi menghadirkan energi baru dengan bergabungnya Aditya Bayu (drum) dan Alga (bass) di pertengahan 2024, melengkapi formasi tetap bersama Rivaldy (vokal), Wildan (gitar), dan Ananda Putra (gitar).
Formasi ini menjadi pondasi bagi kebangkitan Behind — sekelompok teman yang percaya bahwa hardcore masih relevan sebagai medium perlawanan dan kejujuran.

Kini, Behind sedang mengerjakan EP album perdana mereka, dan langkah pertama dari babak baru ini dimulai dengan single “Desecration of Faith.”
Lagu ini bukan sekadar teriakan — ini adalah pelampiasan dari rasa muak terhadap sistem yang pura-pura peduli. “Desecration of Faith” memotret kemarahan terhadap kepalsuan yang disajikan sebagai kebenaran, terhadap ilusi yang dipaksa untuk kita telan setiap hari.
“Ini bukan sekadar lagu. Ini peluru. Sebuah panggilan untuk bangkit, meski dunia terus mencoba menyeret kita ke bawah,” ungkap mereka.

“Desecration of Faith” adalah penolakan total terhadap iman kosong dan harapan palsu. Ia lahir dari keputusasaan, tapi juga dari keyakinan bahwa kebencian dan apatis bisa menjadi bahan bakar untuk perlawanan baru.
“Hancurkan segalanya, atau hancur bersama.”
Begitulah Behind menyimpulkan semangat mereka dalam satu kalimat.
Di tengah kebisingan dunia modern yang semakin absurd, Behind datang bukan untuk mencari popularitas — tapi untuk memastikan bahwa suara keras, jujur, dan penuh kemarahan masih punya tempat. Sukabumi kembali punya dentuman yang pantas diperhitungkan.
Ikuti Behind:
📸 Instagram: @behind_shc
🎧 Bandcamp: behindid.bandcamp.com
▶️ YouTube: youtube.com/@behind_shc





