News

Cerita Kurasi Musik Volume 61 – Komplit dan Padat

Avatar photo
86
×

Cerita Kurasi Musik Volume 61 – Komplit dan Padat

Sebarkan artikel ini
JUNG

MUSIX.BIZ.ID – Gelaran Kurasi Musik Vol. 61 kembali menghadirkan malam penuh warna di Bowl Coffee Connection, Kamis malam (7/5). Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dipandu host Safir Biangindas dan berjalan hangat dengan deretan penampil lintas karakter musik yang tampil total di depan para penonton.

Penampilan pembuka langsung mencuri perhatian lewat aksi Evangeline Petra. Penyanyi muda bertalenta ini sukses membuat audience terpukau dengan kualitas vokalnya yang terdengar matang di usia muda. Tak sedikit penonton yang langsung teringat pada karakter vokal khas Reza Artamevia saat mendengarkan Petra bernyanyi. Musik yang digarap Doni Brasco dari Poros Atas terasa pas membungkus karakter vokalnya. Aransemen catchy dengan sentuhan pop modern membuat penampilan Petra jadi paket lengkap pembuka malam itu.

Energi panggung kemudian naik drastis saat JUNG tampil sebagai penampil kedua. Band rock dengan karakter garang ini tampil penuh ledakan emosi lewat lirik-lirik keras dan vokal penuh amarah. Momen menarik terjadi ketika mereka ditanya soal genre musik yang dimainkan. Alih-alih memberi jawaban pasti, para personelnya justru bingung mendefinisikan musik mereka sendiri. Situasi itu kemudian memancing para kurator untuk memberi julukan baru: RMM alias “Rock Marah Marah”. Sebuah nama yang terasa cocok dengan energi liar yang mereka tampilkan di atas panggung.

Di tengah acara, suasana berubah lebih santai lewat sesi talkshow bersama kurator Ully Dalimunthe dan Arden Tiket. Tema yang dibahas cukup relevan bagi para musisi independen, yakni strategi setelah lagu dirilis ke publik. Diskusi berjalan interaktif dan terbuka, membahas langkah-langkah promosi, membangun audiens, hingga konsistensi berkarya setelah proses perilisan selesai. Sesi ini menjadi salah satu bagian paling insightful malam itu, terutama bagi musisi baru yang sedang mencari arah dalam perjalanan karier mereka.

Memasuki penampil berikutnya, duo asal Yogyakarta, Vita & Ruzan, berhasil membawa nuansa berbeda. Mereka yang tengah menjalani tur mini di beberapa gigs Jakarta tampil matang dan menghibur dengan racikan rock and roll bercampur blues. Permainan musik yang cair membuat penonton ikut turun dan bergoyang di depan panggung. Chemistry antara duo ini dan audience terasa sangat kuat sepanjang penampilan berlangsung.

Ully Dalimunthe

Sebagai penutup malam, Araash hadir dengan musik yang kental dipengaruhi nuansa Jepang. Lagu-lagu mereka terdengar ringan namun tetap memiliki notasi kuat. Keseimbangan antara vokal dan aransemen musik menjadi salah satu kekuatan utama band ini. Menurut catatan para kurator, Araash secara musikal sudah berada di jalur yang solid. Tinggal bagaimana mereka menjaga konsistensi strategi dan eksposur agar bisa semakin menonjol di skena musik independen.

Kurasi Musik sendiri terus bergerak sebagai ruang temu bagi musisi, kurator, dan penikmat musik independen dari berbagai kota. Setelah Vol. 61, rangkaian agenda berikutnya juga sudah dipersiapkan:

  • 10 Mei 2026 — Kurasi Musik Semarang Vol. 2 di Coffee Edenia
  • 17 Mei 2026 — Kurasi Musik Vol. 62 di Bowl Coffee Connection
  • 24 Mei 2026 — Kurasi Musik Wonosobo Vol. 4 di Lee Coffee

Sampai ketemu di gigs berikutnya. Be there.