MUSIX.BIZ.ID – Di tengah gemuruh skena Punk/HC dan Metal Jakarta akhir 90-an, Disgrace lahir pada tahun 1998. Dibentuk oleh sekelompok kaum urban ibu kota, band ini mengusung semangat pemberontakan yang terinspirasi dari band-band crust dan grindcore legendaris seperti Disrupt, Doom, Destroy, Disgust, Dismember, Discharge, Extreme Noise Terror, Repulsion, Brutal Truth, dan Terrorizer. Dengan energi mentah dan lirik yang tajam, Disgrace menjadi salah satu pilar penting dalam skena underground Jakarta.
Awal Mula dan Formasi Perdana
Disgrace pertama kali digawangi oleh Black (vokal/scream), Fikri (growl), Didi (gitar), Fuad (bass), Yus (drum, R.I.P), dan Andi (additional drum). Formasi ini langsung mencuri perhatian dengan pendekatan crustcore yang brutal dan tanpa kompromi. Pada tahun 2000, mereka merilis album debut Tertindas, sebuah karya yang mencerminkan kemarahan dan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial. Album ini menjadi tonggak awal eksistensi mereka di skena underground.
Tak berhenti di situ, Disgrace turut berkontribusi dalam kompilasi Republic Chaos (Edelweis Records, 2001) dan baru-baru ini muncul kembali di kompilasi Strength Thru North (Rawyoung Records, 2024). Namun, setelah perilisan album pertama, para personel memilih untuk fokus pada tujuan pribadi masing-masing, baik dalam studi maupun karier. Disgrace sempat vakum, meski sempat muncul sekilas pada 2012 dengan formasi baru di beberapa event death/grind fest. Sayangnya, kehadiran tersebut tidak bertahan lama.
Kebangkitan di 2023 dengan Darah Baru
Pada awal 2023, Disgrace bangkit kembali dengan semangat baru. Formasi anyar mereka kini terdiri dari Uups (drum, ex-Dislike), Yudis (gitar, ex-Denied), Fikri yang tetap setia pada bass dan growl, serta vokalis sementara Ache (Apocalypse Records) yang hanya mendukung beberapa gigs. Posisi vokalis kemudian diisi secara permanen oleh Tama (Hammered, For Infidel) dengan tambahan growl panggung dari Fadel. Line-up ini membawa angin segar, mempertahankan akar crustcore mereka sambil menyesuaikan dengan dinamika zaman.
Rencana E.P 2025: Lebih Realistis, Tetap Brutal
Kini, Disgrace bersiap menggebrak kembali dengan rencana perilisan E.P di tahun 2025. E.P ini akan berisi 8 lagu dengan materi yang diklaim lebih realistis dan relevan dengan isu-isu sosial saat ini, namun tetap setia pada identitas Heavy Blasting Crustcore mereka. Pengaruh dari band-band seperti Discharge dan Extreme Noise Terror masih terasa kuat, namun dikemas dengan perspektif yang lebih matang dan kontekstual.
Disgrace kembali untuk mengingatkan bahwa semangat crustcore tidak pernah padam. Dengan formasi baru dan visi yang diperbarui, mereka siap menghantam skena underground dengan ledakan penuh amarah dan makna di 2025. Stay tuned, dan bersiaplah untuk blastbeat yang menghancurkan!





