JAKARTA — Drummer senior Indonesia, Ossa Sungkar, kembali menghadirkan karya di bidang pendidikan musik. Musisi yang dikenal dengan teknik permainan drum progressive rock yang kompleks ini baru saja merampungkan buku terbarunya yang membahas teknik drum chops, sebuah teknik penting bagi drummer untuk mengembangkan kemampuan improvisasi, solo drum, hingga permainan fill-in.
Melalui buku tersebut, Ossa ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman bermusik yang telah dikumpulkannya selama puluhan tahun. Ia berharap para drummer muda Indonesia memiliki bekal teknik yang mumpuni, modern, dan mampu bersaing dengan drummer dari berbagai negara.
Menurut Ossa, penguasaan teknik drum chops merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan seorang drummer, khususnya mereka yang menekuni genre rock dan jazz. Teknik ini membutuhkan koordinasi, kecepatan, ketepatan, kontrol, serta kreativitas dalam mengolah permainan drum.
Buku terbarunya mengulas secara terperinci notasi dan berbagai teknik drum chops yang kerap digunakan oleh drummer-drummer dunia, antara lain Neil Peart dari RUSH, Mike Portnoy dari DREAM THEATER, Mike Mangini yang pernah menjadi drummer DREAM THEATER, Danny Carey dari TOOL, Simon Phillips dari TOTO, Dave Weckl dari The Chick Corea Elektric Band, serta Vinnie Colaiuta yang dikenal melalui kolaborasinya dengan Sting.
Buku ini dirancang sebagai materi pembelajaran yang dapat membantu drummer memahami sekaligus mempraktikkan teknik-teknik tersebut secara lebih sistematis.
Tersedia dalam Format Buku Fisik dan E-Book
Selain diterbitkan dalam bentuk buku fisik, karya terbaru Ossa juga direncanakan tersedia dalam format digital atau e-book yang dapat diunduh oleh para drummer.
Ossa memproduksi sendiri buku tersebut. Ke depannya, buku ini diharapkan dapat didistribusikan melalui penerbit Gramedia.
Sebelumnya, Ossa pernah bekerja sama dengan Gramedia melalui penerbitan buku Panduan Bermain Drum untuk Pemula pada 2005. Buku tersebut dikabarkan telah mengalami beberapa kali cetak ulang dan masuk kategori best seller.
Tidak berhenti pada penerbitan buku, Ossa juga berencana menghadirkan video tutorial melalui kanal YouTube. Materi video tersebut nantinya akan membahas teknik drum chops yang sejalan dengan pembahasan dalam buku terbarunya, sehingga para pembaca dapat memperoleh referensi pembelajaran tambahan dalam format audiovisual.
Pengalaman Panjang di Dunia Musik dan Pendidikan Drum
Nama Ossa Sungkar telah lama dikenal di kancah musik Indonesia. Sebagai drummer dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum, ia memiliki perjalanan karier yang mencakup berbagai genre, mulai dari progressive rock, modern pop rock, hingga fusion dan Latin jazz.
Bersama VOODOO, Ossa terlibat dalam penggarapan lima album progressive rock. Ia juga berkarya bersama DPLANT yang menghasilkan satu album modern pop rock, serta HEAVEN ON EARTH JAZZ yang menghasilkan dua album fusion dan Latin jazz. Selain itu, ia pernah terlibat dalam proyek bersama Anggun dan sejumlah musisi lainnya.
Dalam perjalanan kariernya, Ossa juga pernah berkolaborasi, baik dalam rekaman maupun pertunjukan langsung, dengan sejumlah musisi ternama. Di antaranya adalah Fariz RM, Dennis Chambers, drummer jazz asal Amerika Serikat; Paulinho Sorosso, drummer Latin asal Brasil; almarhum Iwan Xaverius, mantan bassist EDANE; Doddy Katamsi dari SEVEN YEARS LATER; Totok Tewel, gitaris ELPAMAS; serta almarhum Idang Rasjidi, pianis jazz yang pernah memperkuat TRIGONIA JAZZ BAND.
Ossa juga dikenal sebagai pencipta lagu “Salam Untuk Dia”, yang populer pada era 1990-an. Menariknya, lagu tersebut masih dikenal dan dinyanyikan oleh sejumlah band dari generasi muda hingga sekarang, menunjukkan daya tahan karya musik lintas generasi.
Dua Dekade Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Musik
Di luar aktivitasnya sebagai musisi, Ossa memiliki rekam jejak panjang sebagai instruktur drum dan pengembang kurikulum pendidikan musik.
Ia mulai mengajar di Chic’s Musik School pada 1997. Dua tahun kemudian, pada 1999, Ossa dipercaya menjabat sebagai Kepala Dewan Pembuat Kurikulum (DPK), posisi yang diembannya hingga 2019.
Selama periode tersebut, Ossa terlibat dalam penyusunan dan pengembangan materi pendidikan musik di Chic’s Musik School. Bersama Fajar Satritama, drummer EDANE, ia turut menyusun buku-buku pelajaran drum yang digunakan di sekolah musik tersebut sejak 1999 hingga kini.
Pengalaman panjang di bidang pendidikan inilah yang menjadi salah satu modal Ossa dalam menyusun buku terbarunya. Ia tidak hanya mengandalkan pengalaman sebagai pemain drum, tetapi juga pemahamannya tentang bagaimana materi teknik musik disusun secara sistematis agar dapat dipelajari dan diterapkan oleh siswa.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DPK, Chic’s Musik School berhasil meraih sertifikasi ISO 9001. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengembangan sistem manajemen mutu di institusi pendidikan musik tersebut.
ISO 9001 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Sertifikasi ini menilai penerapan sistem pengelolaan mutu berdasarkan persyaratan standar yang berlaku.
Bagi lembaga pendidikan musik, penerapan sistem manajemen mutu dapat mendukung konsistensi proses pembelajaran, pengelolaan materi pendidikan, serta evaluasi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Pengalaman Ossa dalam pengembangan kurikulum diharapkan dapat tercermin dalam buku teknik drum chops terbarunya, terutama melalui penyajian materi yang terstruktur dan dapat dipelajari oleh drummer dengan kesungguhan berlatih.
Melahirkan Drummer yang Berkiprah di Industri Musik Indonesia
Perjalanan Ossa sebagai pendidik juga ditandai oleh kiprah sejumlah drummer yang pernah mendapatkan pendidikan darinya dan kemudian berkarier di industri musik Indonesia.
Beberapa nama yang disebut antara lain Ari Hardjodikoro, drummer TIPE-X; Farid Martin Badjeber, drummer BOOMERANG; serta Gilang, drummer WAYANG BAND.
Kiprah para alumninya menjadi bagian dari perjalanan Ossa dalam membagikan pengetahuan dan keterampilan bermain drum kepada generasi penerus.
Dengan pengalaman sebagai musisi, pencipta lagu, instruktur, sekaligus penyusun kurikulum, Ossa berupaya memperluas kontribusinya melalui karya pendidikan yang dapat menjangkau lebih banyak drummer di Indonesia.
ACROPOLIS Menuju Babak Baru dengan Arah Progressive Rock
Di tengah kesibukannya dalam menyelesaikan buku teknik drum, Ossa juga tengah mempersiapkan perkembangan terbaru bersama band ACROPOLIS.
Menurut informasi yang disampaikan, band tersebut sedang menjalani proses negosiasi dengan calon eksekutif produser baru setelah muncul evaluasi terhadap kerja sama dengan pihak sebelumnya. ACROPOLIS juga tengah melakukan pembenahan internal, termasuk pergantian personel, rencana penambahan pemain keyboard, serta perubahan konsep musik.
Ossa kini mengarahkan ACROPOLIS untuk mengusung progressive rock, bukan pop rock seperti konsep yang sebelumnya direncanakan. Pilihan tersebut sejalan dengan karakter musikal yang selama ini menjadi identitas dan kecintaan utamanya.
Sebagai gambaran, konsep musik ACROPOLIS ke depan disebut akan mengarah pada pendekatan musikal yang kurang lebih memiliki referensi seperti TOOL dan DREAM THEATER, dua band yang dikenal dengan karakter musik kompleks, aransemen progresif, serta eksplorasi musikal yang kuat.
Jika seluruh proses persiapan berjalan sesuai rencana, ACROPOLIS diharapkan tampil dengan formasi baru, konsep musik yang diperbarui, serta dukungan eksekutif produser baru.
Menjajaki Kerja Sama Endorsement Baru
Selain aktif di dunia musik dan pendidikan, Ossa juga memiliki pengalaman panjang sebagai endorser berbagai merek drum dan cymbal.
Sejumlah merek yang pernah bekerja sama dengannya antara lain Pearl, Premier, Sonor, RMV, Zildjian, Orion, dan Paiste.
Saat ini, Ossa dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan salah satu merek drum dan cymbal untuk kemungkinan kerja sama endorsement berikutnya.
Dengan rangkaian aktivitas tersebut, Ossa Sungkar terus memperlihatkan kiprahnya di berbagai bidang, mulai dari pertunjukan musik, produksi karya, pendidikan drum, hingga pengembangan band.
Kehadiran buku teknik drum chops terbarunya menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan tersebut. Lebih dari sekadar menerbitkan buku, Ossa ingin membuka akses bagi drummer muda Indonesia untuk mempelajari teknik permainan drum yang lebih maju dan terstruktur.
Melalui buku, video tutorial, dan pengalamannya sebagai pendidik, Ossa berharap semakin banyak drummer Indonesia yang mampu mengembangkan karakter permainan mereka sendiri, memperluas wawasan musikal, dan meningkatkan kualitas permainan agar dapat bersaing di tingkat internasional.





