MUSIX.BIZ.ID – Minggu malam, 10 Mei 2026, suasana Edenia Coffee di Jalan Abdul Rahman Saleh mendadak penuh sesak. Gelaran Kurasi Musik Semarang Vol. 2 sukses menyedot perhatian musisi, komunitas, hingga penikmat musik lokal. Antusiasme yang hadir disebut meningkat drastis dibanding volume pertama.
Acara ini menghadirkan konsep kurasi penampilan musisi secara langsung oleh para pelaku industri berpengalaman. Tiga kurator yang hadir malam itu adalah Ully Dalimunthe, Safir Biangindas, dan Emtee Blackmore.
Atmosfer acara makin terasa spesial ketika Iswar Aminudin hadir langsung dan membuka acara tepat pukul 20.00 WIB. Kehadiran pemerintah daerah dinilai menjadi sinyal positif bahwa scene musik lokal mulai mendapat perhatian serius.

ASVARA Langsung Bakar Panggung
Penampilan pembuka datang dari ASVARA. Band ini langsung menghentak dengan tiga lagu rock cepat penuh distorsi dan energi. Nuansa yang dibawa mengingatkan penonton pada era festival rock 90-an ala Log Zhelebour.
Lima personel ASVARA sukses memanaskan suasana sejak menit pertama. Penonton yang memadati venue langsung terbawa semangat dan headbang bersama.
YPHP Bikin Energi Makin Naik
Giliran YPHP (Yang Penting Happy) mengambil alih panggung. Tanpa memberi jeda, empat rocker Semarang ini menghajar penonton dengan materi rock dinamis dan lirik optimistis.
Energi yang dilempar ke penonton tetap terjaga, bahkan membuat suasana di Edenia makin membara sepanjang penampilan mereka.

Gogor Moore Hadirkan Nuansa Pop Jawa yang Fresh
Setelah dua penampilan penuh ledakan rock, Gogor Moore hadir menurunkan tensi dengan format solo akustik dan sequencer. Membawakan tiga lagu Pop Jawa, Gogor tampil rapi dan berhasil mencuri perhatian para kurator.
Menurut para kurator, karakter musik Gogor Moore terasa segar dan berbeda dibanding arus utama Pop Jawa saat ini. Warna musiknya dinilai punya identitas kuat dan tidak terdengar pasaran.

Sunshine On The Hills Tutup Malam dengan Manis
Penampil terakhir malam itu adalah Sunshine On The Hills. Empat anak muda ini membawakan tiga lagu bergaya Japanese Rock dengan notasi kuat dan eksekusi matang.
Penonton hingga sesama musisi ikut larut dalam sesi sing along yang tercipta sepanjang penampilan mereka. Momen paling mengejutkan datang ketika Emtee Blackmore mengaku sangat mengidolakan band tersebut. Pengakuan spontan itu langsung membuat para personel Sunshine On The Hills terlihat kaget sekaligus bangga.
Talkshow “Daging” untuk Musisi Lokal
Tak hanya suguhan penampilan musik, acara juga ditutup dengan talkshow bersama para kurator. Diskusi malam itu membahas persoalan yang kerap membingungkan musisi independen, mulai dari perbedaan agregator digital, publishing, LMK/LMKN, hingga langkah penting yang harus dilakukan setelah perilisan karya.
Materi yang dibagikan terasa padat dan praktis, membuat sesi diskusi disebut sebagai salah satu bagian paling “daging” sepanjang acara.
Roadshow Kurasi Musik Berlanjut
Program Kurasi Musik dipastikan belum berhenti di Semarang. Roadshow berikutnya akan digelar di beberapa kota lain:
- 17 Mei 2026 — Jakarta di Bowl Coffee Connection
- 24 Mei 2026 — Wonosobo di Lee Coffee
Komunitas musik Semarang kini menantikan gelaran Kurasi Musik Semarang Vol. 3 bulan depan. Para musisi pun mulai dipacu untuk menyiapkan materi paling jujur dan paling matang demi tampil di panggung berikutnya.





