JAKARTA — Kepergian Doddy Katamsi pada 15 Oktober 2026 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar musik rock dan metal Indonesia. Sosok yang dikenal sebagai vokalis rock berkarakter kuat sekaligus guru vokal tersebut bukan hanya meninggalkan karya, tetapi juga jejak panjang melalui perjalanan bermusik dan murid-murid yang pernah dibimbingnya.
Sejumlah nama yang disebut pernah belajar vokal kepada Doddy antara lain Ariel Peterpan/Noah, Ari Lasso, Once Mekel dari Dewa 19, Afgan, Aura Kasih, hingga Teuku Wisnu. Kiprahnya sebagai penyanyi dan instruktur vokal menjadikan Doddy salah satu figur yang dikenang dalam perjalanan musik Indonesia.
Bagi drummer Ossa Sungkar, Doddy bukan sekadar musisi senior. Keduanya pernah berada dalam satu formasi pada masa awal berdirinya Voodoo, sebelum Doddy memutuskan menerima tawaran bergabung dengan Elpamas.
Kenangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Doddy yang, menurut Ossa, memiliki idealisme besar untuk membangun band sendiri dengan lagu-lagu orisinal dan karakter musik yang kuat.
Pertemuan Awal dengan Vokal yang Mengagumkan
Ossa Sungkar pertama kali menyaksikan penampilan Doddy di atas panggung dalam sebuah konser rock di Balai Sidang Senayan, Jakarta, sekitar 1987. Saat itu, Doddy tampil bersama SEEDZ, band yang membawakan lagu-lagu Scorpions.
Ossa mengaku terkesan dengan karakter vokal Doddy yang menurutnya sangat menyerupai Klaus Meine, vokalis Scorpions.
Kekaguman itu semakin besar ketika Ossa menyaksikan Doddy tampil bersama Brawijaya Band di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Doddy membawakan “Still of the Night”, lagu milik Whitesnake yang dikenal memiliki tuntutan teknik vokal tinggi.
Bagi Ossa, kemampuan Doddy membawakan lagu tersebut dengan nada tinggi, bersih, dan mulus menunjukkan kualitas vokal yang istimewa.
Pada masa itu, Ossa sendiri tergabung dalam Aero, band yang diperkuat Ekky Lamoh, mantan vokalis Edane dan Elpamas. Aero saat itu berfokus membawakan lagu-lagu Led Zeppelin.
Pertemuan dan perkenalan dengan Doddy kemudian berkembang menjadi hubungan pertemanan sekaligus kolaborasi musikal yang berlanjut pada awal dekade 1990-an.

Voodoo dan Formasi Awal Bersama Ossa Sungkar
Pada 1991, Doddy Katamsi mendirikan Voodoo dengan orientasi musik hard rock dan heavy metal. Ossa kemudian diajak Edo Widiz, gitaris Voodoo, untuk bergabung dalam band tersebut.
Formasi awal Voodoo terdiri atas Doddy Katamsi pada vokal, Ossa Sungkar pada drum, Awan Maliawan pada bass, dan Edo Widiz pada gitar.
Mereka mendapat fasilitas studio latihan serta kesempatan menggarap demo lagu-lagu orisinal melalui BDL Production yang berlokasi di Jalan Sebret, Pasar Minggu, Jakarta. Selain berlatih di BDL Studio, para personel Voodoo juga kerap menggunakan studio One Feel di kawasan Fatmawati.
Dalam sejumlah kesempatan, Voodoo tampil membawakan lagu-lagu hard rock dan heavy metal, termasuk materi dari Badlands dan Van Halen.
Pada periode tersebut, Doddy dan Edo juga mulai menggarap lagu-lagu ciptaan sendiri dengan pendekatan musik yang terinspirasi oleh karakter hard rock Van Halen. Dua lagu yang kemudian dikenal dalam album pertama Voodoo, “Plonco” dan “Jari-Jari Rock”, menjadi bagian dari jejak proses kreatif tersebut.
Namun, sebelum formasi awal ini sempat masuk dapur rekaman, sebuah tawaran penting datang kepada Doddy.
Memilih Elpamas, Meninggalkan Voodoo
Saat Voodoo tengah sibuk mempersiapkan materi lagu orisinal, Doddy mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Elpamas, grup rock yang saat itu telah memiliki nama besar di industri musik Indonesia.
Doddy sempat meminta pendapat Ossa mengenai tawaran tersebut. Ossa pun mendukung keputusan sahabatnya itu.
Menurut Ossa, bergabung dengan Elpamas merupakan kesempatan berharga bagi Doddy untuk memperluas kiprahnya di kancah musik rock nasional.
Doddy akhirnya meninggalkan Voodoo dan bergabung dengan Elpamas. Posisi vokalis Voodoo kemudian diisi oleh Ophie Danzo.
Keputusan tersebut membuat Doddy tidak sempat merekam album bersama Voodoo dalam formasi awalnya. Meski demikian, periode singkat itu tetap menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan kedua musisi tersebut.
Album pertama Voodoo dirilis pada 1993 dengan Ophie Danzo sebagai vokalis. Sementara itu, Doddy melanjutkan perjalanan kariernya bersama Elpamas, termasuk tampil dalam album kedua grup ters





