NewsRelease

Argenta Rilis “Cerah Meredup”, Lagu Terakhir Karya Ricky Pije yang Menjadi Penghormatan untuk Sang Drummer

Avatar photo
35
×

Argenta Rilis “Cerah Meredup”, Lagu Terakhir Karya Ricky Pije yang Menjadi Penghormatan untuk Sang Drummer

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID, DEPOK — Band alternative rock asal Depok, Argenta, merilis single “Cerah Meredup” pada 1 April 2025. Lagu tersebut menjadi penutup EP Shattered Stars and Broken Dreams sekaligus penghormatan terakhir bagi Ricky Pije, drummer Argenta yang meninggal dunia sebelum karya ini resmi dipublikasikan.

Ada makna personal di balik perilisan “Cerah Meredup”. Lagu ini ditulis dan dikomposisikan oleh Ricky, meninggalkan sebuah karya yang merekam gagasan serta emosi sang musisi sebelum kepergiannya. Bagi para personel Argenta, menuntaskan lagu tersebut menjadi cara untuk menjaga warisan kreatif Ricky agar tetap bisa didengar oleh publik.

Secara musikal, “Cerah Meredup” dibangun melalui dinamika yang berkembang secara bertahap. Lagu dibuka dengan aransemen akustik yang melankolis, berpadu dengan vokal lembut, gitar, dan elemen string yang memperkuat suasana sendu. Memasuki bagian tengah hingga akhir, komposisi bergerak menuju karakter rock dan emo yang lebih intens, menghadirkan klimaks emosional setelah pembukaan yang intim.

Perubahan atmosfer tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian pesan lagu. Alih-alih mempertahankan satu suasana sepanjang durasi, Argenta membawa pendengar melewati peralihan dari ketenangan menuju luapan emosi, selaras dengan tema perjuangan dan kekecewaan yang menjadi inti “Cerah Meredup”.

Karya tentang Harapan yang Terus Memudar

“Cerah Meredup” mengangkat pergulatan seseorang yang berulang kali mencoba bangkit, tetapi kembali berhadapan dengan kegagalan dan ujian hidup. Harapan yang semula tampak nyata perlahan kehilangan cahayanya, menciptakan siklus antara optimisme, kekecewaan, dan kelelahan emosional.

Gagasan tersebut tercermin dalam pengulangan gambaran tentang sosok cerah yang kembali meredup. Simbol ini dapat dimaknai sebagai kebahagiaan atau harapan yang sulit dipertahankan ketika seseorang terus menghadapi keadaan yang menekan.

Lagu ini juga membuka ruang interpretasi mengenai kesehatan mental. Perjuangan untuk keluar dari masa sulit, hilangnya rasa optimistis, dan pengalaman terjatuh berulang kali dapat terasa dekat dengan pendengar yang sedang menghadapi pergulatan pribadi. Namun, maknanya tidak terbatas pada satu pengalaman tertentu; “Cerah Meredup” juga menjadi refleksi universal tentang rapuhnya harapan ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan.

Sempat Direncanakan untuk Direkam Ulang

Perjalanan produksi lagu ini menyimpan cerita yang tak terpisahkan dari kepergian Ricky. Menurut Dimas Haryodiningrat, gitaris Argenta yang juga dikenal sebagai Padang, “Cerah Meredup” awalnya direncanakan rilis pada 2024, tidak lama setelah lagu “Menentang Hari”.

Namun, Ricky merasa pesan dalam lagu tersebut belum tersampaikan secara maksimal melalui hasil rekaman pertama. Band pun berencana mengulang proses produksinya dari awal. Rencana itu belum sempat terwujud sebelum Ricky meninggal dunia.

“Cerah Meredup seharusnya sudah rilis di tahun 2024 kemarin, tak lama dari lagu ‘Menentang Hari’. Namun karena almarhum merasa pesan di lagu ini kurang tersampaikan dari hasil rekaman yang pertama, kami berencana untuk mengulang proses produksi lagu ini dari awal. Namun takdir berkata lain, almarhum pergi sebelum kami sempat melakukan proses rekaman yang kedua kalinya,” ujar Dimas.

Setelah kepergian Ricky, Dimas mengambil alih pengerjaan produksi secara mandiri. Keputusan tersebut diambil untuk merealisasikan lagu sesuai dengan visi yang sebelumnya ingin diwujudkan oleh sang drummer, sekaligus mempertahankan pesan yang hendak disampaikan melalui komposisinya.

Rekaman vokal dilakukan di XPAX Records, sedangkan bagian gitar dan bass direkam di Opick Musik Studio. Proses pengerjaan lainnya ditangani oleh Dimas, yang bertindak sebagai produser sekaligus memastikan keseluruhan aransemen tetap sejalan dengan arah kreatif lagu.

“Kita ga mau apa yang udah ditinggalin Ricky menjadi sia-sia dan kita mau merealisasikan lagu ini sesuai keinginan Ricky, maka dari itu kita memutuskan untuk mengerjakan lagu ini sendirian, agar apa yang ingin disampaikan Ricky di lagu ini, dapat tersampaikan sepenuhnya,” tutup Dimas.

Penutup Perjalanan EP, Pengingat tentang Ricky

Dalam katalog Argenta, “Cerah Meredup” menempati trek ketujuh di Shattered Stars and Broken Dreams. Lagu ini mempertemukan karakter alternative rock, akustik, dan emo dalam satu komposisi yang berangkat dari pergulatan batin, lalu berkembang menjadi ekspresi emosional yang lebih kuat.

Perilisannya pada 1 April 2025 juga disertai dengan penayangan video musik melalui kanal YouTube resmi ARGENTA. Dengan demikian, lagu tersebut hadir bukan hanya sebagai bagian akhir dari perjalanan EP, melainkan juga sebagai kesempatan bagi pendengar untuk mengenal karya Ricky dan pesan yang ingin ia tinggalkan.

Melalui “Cerah Meredup”, Argenta menuntaskan sebuah karya yang sempat tertunda dan menjaga agar gagasan kreatif Ricky tetap hidup. Di balik nuansa musiknya yang muram, lagu ini menyisakan ruang bagi pendengar untuk merenungkan kehilangan, menghadapi kesulitan, dan memahami bahwa pengalaman jatuh-bangun merupakan bagian dari perjalanan hidup.

☕
Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
♥
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke alamgerilya@gmail.com