NewsRelease

MIDNIGHT VENGEANCE Hidupkan Kembali Semangat Heartcore MySpace Era Lewat “Bad Habit”

Avatar photo
42
×

MIDNIGHT VENGEANCE Hidupkan Kembali Semangat Heartcore MySpace Era Lewat “Bad Habit”

Sebarkan artikel ini

MUSIX.BIZ.ID — Satu lagi nama baru muncul dari skena musik keras Jakarta Timur. Berdiri pada Februari 2026, MIDNIGHT VENGEANCE hadir dengan membawa semangat musik heartcore, menggabungkan energi musik keras, distorsi, emosi, serta sentuhan melodi yang lekat dengan atmosfer band-band screamo era MySpace.

Trio yang beranggotakan Jon (vokal), Obi (gitar & backing vocal), dan Adi alias Menxqo (drum) tersebut sejak awal memang tidak datang dengan ambisi untuk menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Mereka justru ingin menghidupkan kembali karakter musik yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan kultur musik mereka, sekaligus membawanya ke konteks pendengar masa kini.

Langkah awal MIDNIGHT VENGEANCE dilakukan dengan meng-cover dua lagu milik KILLED BUTTERFLY, yakni “Life” dan “Tearing Me”, yang kemudian dirangkai menjadi satu track medley. Langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk membangkitkan kembali semangat musik dari para pendahulu mereka.

Rilisan tersebut kini dapat dinikmati melalui berbagai kanal digital dan dipublikasikan oleh SABDANADA.

Namun, MIDNIGHT VENGEANCE tidak berhenti di sana. Pada 8 September 2026, mereka resmi merilis single terbaru bertajuk “Bad Habit”, yang kini tersedia di YouTube dan berbagai platform musik digital.

Lahir dari Keresahan Sehari-hari

“Bad Habit” berangkat dari sebuah ide yang sebenarnya cukup spontan. Menurut MIDNIGHT VENGEANCE, proses penulisan lirik lagu tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari.

Ide tersebut muncul dari apa yang saat itu terlintas di benak Adi sebagai drummer, ketika melihat berbagai kondisi kehidupan sehari-hari yang semakin tidak beraturan akibat kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah mengakar dan pada akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Meski liriknya lahir secara spontan, proses membentuk musik “Bad Habit” justru membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Sekitar dua bulan dihabiskan untuk menemukan bentuk musik yang dianggap paling tepat, terutama dalam penempatan lirik, melodi, serta dinamika lagu.

Ada sejumlah batasan yang harus diperhatikan agar pesan dalam lirik tetap dapat terasa tanpa menghilangkan karakter khas MIDNIGHT VENGEANCE.

Dengan demikian, “Bad Habit” dapat dikatakan memiliki dua proses kreatif yang cukup kontras: lirik yang lahir secara spontan dari keresahan personal, sementara musiknya dibentuk melalui proses eksplorasi yang panjang hingga akhirnya menemukan karakter yang mereka inginkan.

“Kalau liriknya bisa dibilang lahir secara spontan, musiknya justru membutuhkan proses yang cukup panjang sampai akhirnya kami merasa, ‘Oke, ini sudah menjadi Bad Habit yang kami mau.’”

Ketika Kebiasaan Buruk Menjadi Hal yang Dianggap Wajar

Secara tematik, “Bad Habit” berbicara mengenai bagaimana lingkungan dapat memengaruhi perilaku seseorang tanpa disadari.

Sesuatu yang pada awalnya dianggap salah atau tidak normal, ketika terus-menerus dilakukan dan dilihat, perlahan dapat berubah menjadi sesuatu yang dianggap lumrah. Pada titik tertentu, kebiasaan tersebut bahkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari tanpa lagi dipertanyakan.

MIDNIGHT VENGEANCE melihat fenomena tersebut terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kondisi sosial, ekonomi, politik, hingga hubungan personal dan percintaan.

Manusia terkadang terlalu terbiasa melihat atau mengalami sesuatu sampai akhirnya berhenti mempertanyakan apakah hal tersebut masih berada dalam batas kewajaran.

Bagi MIDNIGHT VENGEANCE, situasi tersebut menyerupai sebuah stereotip yang terus diputar ulang karena telah menjadi kebiasaan. Ketika kebiasaan buruk sudah berkembang menjadi sesuatu yang membudaya, seseorang justru dapat ikut masuk ke dalam siklus tersebut tanpa benar-benar menyadarinya.

Melalui “Bad Habit”, keresahan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik yang emosional, tetapi tetap berangkat dari pengalaman dan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tiga Personel, Satu Kecintaan terhadap Musik Keras

MIDNIGHT VENGEANCE terdiri dari tiga personel:

  • Jon — Vocal
  • Obi — Guitar & Backing Vocal
  • Adi / Menxqo — Drums

Ketiganya datang dari latar belakang dan pengalaman bermusik yang berbeda. Namun, mereka memiliki satu kesamaan, yaitu kecintaan terhadap musik keras dan kultur musik yang telah mereka jalani sejak lama.

Bagi MIDNIGHT VENGEANCE, musik bukan sekadar persoalan menciptakan sesuatu yang terdengar baru. Mereka ingin mengekspresikan sisi lain dari diri masing-masing melalui musik yang mereka sukai: loud, distorted, emosional, tetapi tetap memiliki sisi melodis.

Pendekatan tersebut juga menjadi cara mereka untuk menjembatani dua generasi pendengar—mereka yang tumbuh bersama musik era 2000-an, sekaligus pendengar generasi sekarang.

Dengan karakter heartcore yang mereka usung, MIDNIGHT VENGEANCE mencoba membawa kembali energi emosional musik keras era MySpace tanpa sekadar terjebak dalam nostalgia.

“Bad Habit” menjadi salah satu langkah awal dari perjalanan tersebut.

Detail Rilisan

MIDNIGHT VENGEANCE — “Bad Habit”
Released: 8 September 2026
℗ 2026 SABDANADA
Sound Engineer: Kandar
Composer Lyricist: KD Gitta Adi Dharma
Composer: Kevin Eugene Mesias Siregar
Composer: Muh Labib Rifai

“Bad Habit” tersedia di YouTube dan berbagai platform musik digital.

Info & contact:
Instagram: @midnightvengeanceofficial

☕
Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
♥
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke alamgerilya@gmail.com